Lapas Wahai Hadirkan Jalur Pijat Refleksi, Warga Binaan Lansia Merasa Lebih Bugar

  • Administrator
  • Selasa, 19 Mei 2026 17:42
  • 11 Lihat
  • KESEHATAN

Wahai,CM– Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai resmi meluncurkan fasilitas baru berupa jalur pijat refleksi kaki (reflexology path) bagi para Warga Binaan, Selasa (19/5). Inovasi yang dibangun di area branggang tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan menyentuh kebutuhan dasar para penghuni Lapas.

Fasilitas kesehatan alternatif ini diinisiasi oleh Fitri, seorang Calon Aparatur Sipil Negara di Lapas Wahai. Menurutnya, ide tersebut lahir dari keinginan menghadirkan terapi kesehatan mandiri yang murah, sederhana, dan dapat diakses kapan saja oleh Warga Binaan tanpa harus selalu bergantung pada obat-obatan kimia.

“Saya melihat pentingnya menyediakan sarana kesehatan preventif yang sederhana, namun berdampak besar. Jalur refleksi ini memanfaatkan batu-batu alam yang disusun sedemikian rupa untuk menstimulasi titik-titik saraf di telapak kaki. Kami ingin Warga Binaan menjaga kebugaran tubuh secara mandiri di sela-sela aktivitas mereka,” ujar Fitri.

Kehadiran fasilitas baru itu disambut antusias oleh para penghuni Lapas, khususnya Warga Binaan lanjut usia. YM, salah seorang Warga Binaan lansia, mengaku sangat terbantu dengan adanya jalur refleksi tersebut untuk mengurangi keluhan kesehatan yang sering dialaminya.

“Bagi kami yang sudah tua ini, sering sekali kaki terasa kebas dan pegal-pegal. Sejak ada jalur batu refleksi ini, saya rutin berjalan di atasnya setiap pagi. Alhamdulillah, badan rasanya lebih segar dan tidur malam jadi lebih nyenyak tanpa harus sering meminta obat ke klinik,” ungkapnya.

Dukungan penuh terhadap inovasi ini juga datang dari jajaran struktural Lapas Wahai. Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menegaskan bahwa kehadiran jalur refleksi tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan fisik maupun psikologis.

“Pembinaan yang berhasil adalah pembinaan yang memanusiakan manusia. Jalur pijat refleksi ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan wujud kepedulian kami agar Warga Binaan tetap sehat secara jasmani selama menjalani masa pidana. Ketika fisik mereka sehat, mereka akan lebih optimal dan bersemangat dalam mengikuti berbagai program pembinaan yang kami sediakan,” kata Merpaty.

Apresiasi serupa disampaikan Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi. Ia menegaskan pihaknya selalu membuka ruang bagi para petugas, terutama generasi muda, untuk menghadirkan perubahan positif dan inovatif demi kemajuan institusi.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibawa saudari Fitri. Ini membuktikan keterbatasan sarana bukan penghalang untuk melahirkan pelayanan yang humanis. Jalur pijat refleksi ini menjadi bukti kami terus berbenah dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan, memastikan mereka diperlakukan dengan layak dan manusiawi,” pungkasnya.(CM/ML/**)

Komentar

0 Komentar